Tuesday, April 3, 2007

CERPEN DUA HATI

Ada rasa kehilangan manakala ingat tak ada gadis yang biasa memelukku dari belakang saat berangkat dan pulang kerja hari sabtu ini, hari ini rasanya lain dan tak seperti hari-hari sebelumnya, masih terngiang ditelingaku ketika jum’at malam saat mengantarkan dia pulang dia bilang “sabtu ini aku ga lembur… mau tidur aja seharian dirumah, begitu juga dengan hari minggu… minggu ini aku lagi males hunting foto lagian akhir-akhir ini aku selalu ngantuk dikantor” saat dia bilang seperti itu dalam pikiranku ada semacam firasat “mungkin cowoknya yang dari luar kota datang…” meski memang bukan tak mungkin semua itu karena bola… karena meski cewek, dia termasuk yang hobby juga nonton bola bahkan mungkin sampai malampun dia jabanin, tapi saat sore kuhubungi ponselnya dia tak menjawab dan smsku tak dibalas… aku yakin dengan firasatku yang pertama, tapi ya sudahlah… karena memang seperti itu keadaannya.

Sore itu sepulang lembur kerja, kupacu motor hingga 80-90 km/jam lewati kendaraan lain yang melaju dibawah kecepatan itu, tentu saja motor serasa melayang dan mesin bergetar karena memang bukan motor yang didesign untuk lari, tapi saat itu ku tak peduli dalam anganku cuma ada satu, aku ingin cepat sampai rumah… mandi, makan, istirahat bentar lalu pergi lagi kesuatu daerah tempat favoriteku akhir-akhir ini untuk menyepi, bahkan buku perang dunia dua nya Pk Ojong pinjaman dari temen seniorku dikantor sudah ku kantongi untuk temani istirahatku nanti, agar seninnya aku bisa debat kusir dengannya tentang hitler.

Ketika masuki halaman rumah sejenak kutertegun melihat mobil yang sudah tak asing lagi buatku parkir disitu, anganku istirahat panjang ditempat nyaman sepanjang jalan tadi jadi buyar seketika, ingin rasanya putar balik dan tancap gas kembali tapi pemilik mobil itu sudah terlanjur melihatku karena memang sedang ada didepan ngobrol dengan adikku, aku jadi tak enak hati bila terlihat sekali kalau aku menghindar seperti itu dan rasanya tak dewasa juga bila aku berbuat seperti itu, mungkin sudah saatnya juga aku menghadapi hal seperti ini, hanya saja timbul pertanyaan dihati “kenapa jam segini dia masih disini.. padahal seharusnya dia sudah pulang…“ motor kumatikan dan kudorong masuk rumah, tapi belum sampai masuk pintu, adikku sudah menjegalnya didepan pintu seraya berujar “pinjam motornya mau ke rumah temen bentar…!” tanpa banyak kata kuserahkan motor itu dan adikku langsung kabur dari hadapan, kini tinggalah aku berdua dengannya. “jam segini baru pulang Min…? memang hari sabtu ga bisa setengah hari ya lemburnya….? sekarang tiap sabtu kamu lembur terus yah…? Begitulah cercanya selalu beruntun, sekilas ku lirik pemilik suara itu, gaun malam hitam yang sexy sangat terlihat kontras dengan kulit yang putih mulus, tapi segera saja ku jawab “Yup… yah… biasalah…. namanya juga kuli… memang aku punya pilihan…? nikmatin aja yang bisa dinikmatin ” begitulah ujarku, tapi dia langsung menimpali “ kalo lembur terus… makin banyak duit dong…!” selorohnya tapi kujawab aja sekenanya… “ya. Banyaklah… di bank… tapi bukan milikku” jawabku sambil ketawa, selang dari itu diapun melanjutkan bicara “ ya… sudah… mandi dulu aja sana… aku mau minta tolong nanti sama kamu…! ok Boss…! jawabku sekenanya, padahal dalam hati aku bertanya kali ini mau minta tolong apalagi…? Tapi karena badanku memang sudah gak nyaman dan ingin segera kena air dingin biar lebih segar setelah seharian lembur aku tak sempat mkir lebih lama lagi, aku langsung saja menuju kamar mandi.

Sehabis mandi dan ganti baju aku kembali temui tamuku “yap… ada apa Boss… ada yang perlu saya bantu….?” Kataku setelah duduk berhadapan dan nyalain rokok, “kamu jangan gitu deh… biasa aja lagii… jangan pake bas… bos… segala…deh…!” protesnya, rupanya dia ga nyaman juga kupanggil seperti itu “Min… bisa tolong aku ga..kali ini… ? antar aku ke Sukasari malam ini ya.. aku ga enak pergi sendiri malam2 takut ada apa-apa di jalan” aku tak segera mengiyakan tapi sekilas kuperhatikan dia lebih detail, aku Cuma menghela nafas panjang dan membatin kalau akhir-akhir ini dia selalu bergaun sexy dan memang harus kuakui dia bukan saja cantik menurut ukuranku tapi juga anggun dengan gaun-gaun itu. Tapi yang keluar dari ucapanku tentu tak sama dengan pikiranku, aku hanya bilang “ kamu kan tau… Sim A ku dah lama mati… dan tak pernah kuperpanjang lagi” tapi dengan cepatnya dia mematahkan ucapanku itu “aku hanya minta anter dan bukan menjadikanmu sopir….!” Sekali lagi kupandangi dia sekilas tapi aku tak berani menatap matanya yang sedang menghujam kearahku, sampai akhirnya aku bilang ”Ok lah… kalo gitu sih…!” meski sebenarnya bertanya dihati mau ngajak kemana dia… tujuannya apa…? Dan satu lagi aku teringat isi dompet yang isinya tinggal buat bensin seminggu makan dan rokok tak lebih dari itu… dan tak ada budget pula tuk jalan-jalan selain buat penginapan murah di tempat paforitku yang tadi kuangankan dijalan itu..

Sepanjang perjalanan dia terus saja bicara tentang banyak hal, dari mulai tentang dikantornya dan kehidupan dia akhir2 ini, dan seperti biasa aku selalu mengiyakan saja apa katanya, meski terkadang aku tak mengerti apa yang dia bicarakan karena memang aku tak terlalu menyimak, dalam perjalanan seperti itu aku lebih suka denger musik dari radio daripada topik yang dibicarakan, tapi dari kaca sempat kucuri pandang, dan jujur aja dengan gaun sexy seperti itu kadang suka ada juga pikiran ga beres di otakku apalagi kalau diingat akhir-akhir ini selalu dan selalu saja dia memancing-mancing kearah itu, aku bukan tak mengerti hal itu, denger musik dan bermain dengan pikiranku sendiri akhirnya sampailah pada tempat yang dituju, ternyata hanya sebuah apotek, setelah tebus obat untuk papanya langsung balik lagi ke mobil, tapi sebelum menstater mobilnya kembali dia kembali berbicara, “ Min.. sebelum kita pulang kita makan dulu yuk…? Aku laper banget nih… dari sore tadi belum makan.. aku juga kangen makan malam sama kamu….” aku tak langsung manjawab tapi teringat lagi isi dompet… aku memang lagi bokek… tapi sekali lagi karena ga enak hati… apalagi selama ini setiap dia datang ke kantor selalu bawa makanan buat temen2ku rasanya gengsi juga, aku ga pengen dia selalu liat kelemahanku, akhirnya ku iyakan juga meski sebenarnya aku was-was juga jangan-jangan dia ngajak makan ditempat yang mahal karena aku tahu persis selera dia seperti apa, aku ga kaget ketika mobil memasuki tempat makan yang biasa dulu sering kita singgahi bahkan tempat itu pula yang dulu dijadikan tempat saling ucapkan janji, aku tau apa yang dia inginkan, semua itu dia lakukan hanya untuk memutar kembali semua kenangan kenangan yang pernah ada, aku hanya mengekor aja dari belakang bahkan saat dia menuju tempat duduk di pojok ruangan yang biasa dulu kita gunakan, ngobrol kesana kemari sambil makan tapi ditengah obrolan itu kuingatkan sama dia kalau aku ga bisa lama-lama karena besok masih ada urusan dan besok subuh aku sudah harus brangkat lagi, padahal yang sebenarnya bukan itu yang aku maksud.. aku hanya takut kalau aku jadi lupa diri dengan semua itu dan lupa dia sekarang siapa dan aku siapa.

Dalam setiap pembicaraan sekarang-sekarang ini dia memang sudah tak pernah lagi menyinggung tentang hubungan masa lalu kita, tapi dari bahasa tubuh… tatapan mata… bahkan genggaman tangan aku bukan orang yang tak peka hal itu bahkan aku sangat mengerti itu, aku jadi merasa tersiksa sendiri sampai akirnya kuajak pulang karena memang sudah malam, dalam perjalanan pulang tak banyak yang dibicarakan seperti saat berangkat tadi, dia sibuk dengan pikirannya begitu juga denganku ditengah kebekuan itu kuputar casette casopea lama sedikit lebih keras tuk mengusir kejenuhan, sampai depan rumah berbasa-basi kuajak dia mampir dulu tapi ternyata dia malah menyambutnya dengan ikut turun dan masuk rumah… sejenak aku heran karena dengan pulang selarut itu berarti dia sekarang ini semakin berani menentang keluarganya…padahal semenjak tadi entah berapa kali hpnya bunyi dan sempet kubaca itu dari papanya.

Duduk di sofa dan nyalain tv aku masih dalam diam yang tentu saja dengan berbagai macam pikiran, kucoba alihkan semua pikiran itu dan ikuti acara tv, tapi belum juga kusimak acara tv itu tiba-tiba saja dia bilang “aku kangen tidur dipangkuanmu” sambil meletakan kepalanya dipangkuanku, wangi parfum yang menyeruak dari tubuhnya dan gaun malam yang seperti itu, ditambah lagi dengan sikap dia yang lain akhir2 ini, tentu saja bikin aku berdebar bagaimanapun dia adalah orang yang pernah ada dihati dan aku laki-laki normal yang juga punya keinginan sama dengan seperti halnya orang lain, apalagi saat aku tau dia terus saja pandangi aku dari bawah, membuat aku serba salah, dalam kebimbangan dan rasa sepi yang menyelimuti selama ini, manusiawi rasanya bila timbul pemikiran untuk menikmati saja yang keadaan seperti itu, apalagi saat dia bangun dan berbisik ditelinga “aku tahu kamu kesepian…” diikuti kecupan lembut dibibir, tak sampai ikut larut aku segera tersadar saat terdengat suara gaduh motor memasuki halaman rumah, aku segera bangkit dari sofa… lama termenung saling diam… pikiranku sendiri melayang ke gadis yang biasa peluk aku dari belakang saat berangkat dan pulang kerja gadis yang bukan saja cantik dan manis tapi gadis yang selalu tampil serasi, bila hari ini bajunya pink… maka kerudung dan sepatunyapun pasti warna yang sama bukan hanya itu yang aku suka darinya, tapi pembawaaannya yang tenang… sederhana dan apa adanya baik ucapan maupun tindakannya dan yang pasti tak pernah mengeluh meski kuajak makan ditenda pinggir jalan sekalipun, rasanya ada yang menenangkan hati bila sudah memandangnya, meski aku sendiri tak tahu dengan pasti mau dibwa kemana arahnya hubungan yang sudah berjalan satu tahun itu.

Aku terhenyak dari lamunan mana kala dia bilang bilang “Min….. sudah malam aku mau pulang dulu… oh..ya.. besok aku sama temen2 mau ke Anyer… kalau kamu mau ikut besok aku bisa jemput kamu kesini…!” kupandangi dia sekali lagi tapi kali ini dengan tatapan kosong… tapi aku bilang “ makasih.. banget ajakannya… tapi besok aku memang banyak urusan yang harus kuselesaikan… aku oleh-olehnya aja deh” kalakarku, akupun ikutin dia keluar sampai masuk mobil dan hilang dikegelapan malam.

No comments: