Tuesday, April 3, 2007

BANJIR DATANG LAGI

Banjir datang…! Banjir datang…! Banjir datang…! begitulah mungkin kira-kira teriakan orang-orang saat melihat begitu banyaknya air yang masuk rumah, merendam semua perabotan dan barang berharga. Sesaat mereka menjadi panik, sibuk menyelamatkan barang dan harta yang bisa diselamatkan , berpacu dengan naiknya air, dalam waktu hitungan menit bahkan detik, terkadang akal sehatpun sudah terbang entah kemana, terhempas dengan kepanikan, bahkan mungkin nyawa sekalipun bisa mereka pertaruhkan, sementara air semakin tinggi yang akhirnya mereka tak bisa pergi kemana-mana, selain menuju atap rumah, termenung memikirkan semuanya sambil menunggu pertolongan datang dengan perut yang kelaparan.

Kita hanya bisa terenyuh melihat semua itu, ya Tuhan… duh… kasian sekali mereka… itulah mungkin yang pertama keluar dari mulut kita, saat mendengar dan melihat temen atau sodara kita yang mengalami semua itu… terbayang barang dirumah kita, dari mulai tv, kulkas sofa, spring bed, motor bahkan mobil, yang kita kumpulkan dari yang mulai kita menabung dulu, baru setelah cukup kita beli, bahkan kita kita beli dengan cara memaksa diri atau kredit karena kita butuh dengan barang-barang itu tiba-tiba harus rusak, bahkan hancur seketika dan berjamaah, mungkin kitapun akan sama seperti mereka, termenung dengan perasaan yang hancur, seperti halnya air itu menghancurkan barang-barang kita. Belum lagi penyakit pasca banjir yang akan pasti akrab disekitar kita. Kiamat kecil… mungkin itulah gambaranya yang lebih tepat, untuk semua yang mereka alami.

Sampai hari ini, entah sudah berapa trilyun kerugian materi yang harus ditanggung… entah sudah berapa nyawa yang melayang dari kejadian kali ini… lalu siapa yang salah dengan semua ini… menyalahkan alam yang semakin tak bersahabat….? Menyalahkan penangan pemerintah yang lambat…? Menyalahkan diri sendiri yang masih saja bertahan di daerah itu….? Tentu saja semua itu tak berguna juga, bila semuanya telah terjadi seperti ini… dan lebih tragisnya lagi kejadian ini sudah kita bahkan pemerintah prediksikan… bahkan Gubernur Sutiyoso sendiri sudah mewanti-wanti akan siklus 5 tahunan yang berakibat banjir besar, ketika beberapa tahun yang lalu juga mengalami hal seperti ini, tapi tetap saja kita tak berdaya, karena kita tahu begitu komplek yang terjadi dinegeri kita.

Rasanya tak bijak juga bila kita hanya melihat dari tv dan merasa terharu dengan semuanya… disinilah mungkin kita harus lebih peduli dengan sesama… kalau bukan kita yang peduli.... siapa lagi…? sumbangan sekecil apapun akan bermanfaat bagi mereka yang mebutuhkan… bagaimanapun… mereka masih sodara kita… kalau memang kita bisa… silahkan anda datang… liat dan rasakan yang mereka rasakan… kemudian berikan sumbangan semampu yang kita bisa itulah mungkin yang diharapkan juga dari mereka yang tertimpa musibah itu dimanapun anda berada.

No comments: