Tuesday, April 3, 2007

ANGIN SURGA

Orang-orang muda sekarang semakin pintar dalam mencari uang, mereka tak perlu susah susah membangun usaha atau bekerja mati-matian, tapi biarkan uang yang bekerja untuk mereka, caranya dengan menginvestasikan uang mereka dengan bermain valas dan bla...bla...bla penuturan dan iming-iming keuntungan lainnya. Itulah yang pagi ini kubaca dari harian ibukota. Sepertinya memang itulah cara mencari uang yang sangat mudah dengan keuntungan yang tak terkira, bandingkan kalau kita berinvestasi dengan mengelola toko misalnya, resiko tak laku, bayar yang jaga, tlp, Listrik, air, distibutor yang terkadang memusingkan kepala, dst. Dan itu semuanya nyata di depan mata.

Baca seperti itu, aku hanya bergumam dalam hati ”angin surga”. Memang sih tak bisa dipungkiri , ada orang yang berhasil dengan bermain valas seperti itu, tapi buatku itu tetap saja seperti angin surga, artinya surganya entah dimana, yang didapat hanya anginnya saja. Aku bersikap seperti itu karena mungkin lebih suka memilih bisnis yang real karena merasa lebih tenang. Kalau aku jual alat listrik dan tak laku, paling tidak aku masih bisa melihat mana yang tak laku, kalau aku jual beras dan tak laku, tentunya berasnya masih ada, kalaupun habis paling itu kita makan sendiri, persoalannya jelas. Tapi kalau kita rugi tanpa jelas ujudnya buatku itu sangat menyakitkan.

Investasi semacam ini mengingatkan kembali pada temen-temenku dikantor sekitar 3 tahun yang lalu. Aku punya teman sebutlah namanya Felix, usianya waktu itu sekitar 25 tahun, dia sangat hebat, aku termasuk yang mengagumi dia waktu itu. Gaji kami waktu itu tak beda jauh, tapi yang bikin aku salut, tak pernah dia memakai mobil sampai satu tahun, artinya belum genap satu tahun dia sudah ganti mobil, tak pernah memakai mobil second, dari mulai Kia Visto, Karimun, Stream sampai yang terakhir keluar Honda Jazz, diapun langsung ganti Jazz, coba bayangkan cewek mana yang tak tertarik dengan semua itu, ibarat lagu Bentonya Iwan Fals ”sekali lirik Ok sajalah” sebagai temennya aku hanya gelang-gelang kepala dan sedikit rasa iri ”Andai saja aku seperti dia”.

Bisnis apa sih dia diluar, hingga uangnya mengalir deras seperti itu...? orang tuanya kaya raya...? tidak juga....! punya perusahaan yang sama dengan besarnya tempat kita kerja...? rasanya tak mungkin juga....!, ternyata dia adalah broker valas sekaligus juga pemain, ini diketahui beberapa kali dia menawarkan agar aku ikut investasi seperti itu padanya. Tapi setiap kali dia mengajak, aku hanya bilang ”aku belum ada uang dingin.... uangku habis semua buat investasi toko” itu dan itu setiap kali dia mengajak, sampai akhirnya dia bosan sendiri. Sebenarnya bukan aku tak ingin punya penghasilan seperti itu. Hanya saja, rasanya buatku itu masih bertentangan dengan prinsip yang diajarkan orang tua semenjak kecil.

Lain lagi dengan teman-teman dikantor, karena melihat suksesnya Felix selama ini, banyak dari mereka yang ikut berinvestasi sama dia untuk bermain valas, coba saja anda bayangkan siapa yang tidak tergiur bila ditawarin kalau kita akan dapat 4 % setiap bulannya dari modal yang kita investasikan, artinya bila kita investasi uang 50 juta saja.... kita sudah mengantongi uang 2 juta setiap bulannya, tak perlu capek-capek mikir dan kerja, cukup oncang kaki saja sambil nunggun pembagian duit, bandingkan dengan deposito bank yang hanya 12 % pertahun, siapa yang tak tertarik...?, (belakangan di ketahui sebenarnya dapatnya 10 % tapi untuk jasa Felik yang 6 % nya setiap bulan) semakin besar uang yang mereka mainkan, semakin besar pula bunga yang dia dapatkan, yang berinvesatasi waktu itu cukup beragam dari yang mulai kelas yang ecek-ecek sekitar 10, 20 juta sampai yang berkisar 60-100 bahkan 500 juta.

Mungkin karena sudah merasakan nikmatnya bunga uang valas itulah, tak sedikit diantara mereka berinvestasi semakin besar dan semakin besar saja, tak peduli jual harta yang sudah ada, bahkan ketika kredit rame-rame dari kantor disetujui salah satu bank, banyak yang langsung mereka investasikan untuk bermain valas lewat felix, dengan harapan, tentunya akan semakin besar pula pendapatan yang akan diterima setiap bulannya.

Sebulan dua bulan bahkan sampai setahun, pembayaran keuntungan dari bermain valas itu lancar. Sampailah pada suatu saat, pembayaran mulai tak lancar dan seret sama sekali, bahkan modal yang selama ini ditanampun ikut amblas dan tak jelas pengembaliannya. Yang ku dengar sih bosnya Felik salah perhitungan, kalah atau apalah namanya, hingga harta yang ada sekalipun tak bisa lagi menutup uang yang mereka investasikan, dia sendiri langsung dijebloskan ke penjara dengan tuduhan yang berlipat, sementara temenku Felix tak jauh beda dengan bosnya, semua hartanya ludes disita untuk mencicil utang-utangnya, bahkan setiap minggu harus lapor ke kepolisian. Yang lebih panik lagi tentu saja mereka yang ikut invesatasi, dari yang hanya lapor ke kepolisian, atasan, sampai yang berniat menghabisi Felix dan bosnya, tujuannya agar uang mereka bisa kembali, tapi apa daya tetap saja duit mereka tak kembali.

Kalo inget semua ini mau ga mau aku jadi ingat lagi mendiang Bapakku, dulu dia selalu bilang gini, "cari uang yang banyak itu memang harus...! tapi yang lebih utama lagi, carilah yang maslahat agar menjadi berkah juga buat kita. Bila tak maslahat dan berkah, berapapun penghasilan kamu, itu hanya akan seperti angin yang lewat begitu saja, tak akan jadi apa apa, selain penyakit dan dosa yang berkelanjutan". Investasi bermain valas seperti itu sepertinya memang ada digaris abu-abu, kalau tak ku bilang itu hampir sama saja dengan judi yang sudah jelas dilarang agama yang kuanut, dan pada umumnya penjudi, tak ada penjudi yang bisa terus berjaya, Ok lah... hari ini dia bisa kaya, tapi apabila terus seperti itu, bukan tak mungkin kesialan akan menimpanya.


Tidak semata-mata agama melarang kalau tidak ada akibatnya, satu hal lagi, bijaksanakah kita memberi mamberi makan anak yang kita cintai dari yang tak jelas, bahkan menjurus haram...? karena yang kita tahu, bila kita memberi nafkah anak kita dengan rejeki yang tak halal, darah yang mengalirpun dipenuhi hal yang tak halal, sesuatu yang tak halal itu tidak membuat kita tenang, tapi bila kita dapatkan uang dari yang bener bener halal.... kitapun akan tenang dan Insya Alloh takkan dapatkan hal yang menyesakan dada dihari berikutnya.

1 comment:

NASORI ABDUL GHANI said...

angin surga memang ada,sebagian orang yang belum tahu,bahkan tidak mau tahu selalu saja memberikan apresiasi yang keliru,memberikan penilaian dari sudut pandang yang timpang.agama tidak melarang perdagangan valas,kalau mau lebih detail silahkan PM saya di manusiabodoh05.semoga temanku ini bisa lebih wise dalam menyikapi segala masalah yang ada.thnks.