Coin receh memang tidak begitu berarti. Coin receh memang kasta terendah dalam nominal uang kita. Itulah makanya setiap orang bisa memiliki coin receh, untuk uang yang satu ini tidak hanya pejabat & pengusaha kaya, tapi juga pengamen, pemulung, tukang ojek, ibu rumah tangga, mahasiswa, sampai pengemis bisa memiliki coin receh, bahkan mungkin bagi sebagian dari kita terkadang coin receh hanya kita tumpuk dalam satu kotak atau wadah di meja kerja kita, tak pernah kita sentuh atau kita biarkan saja di tempat coin di dashboar mobil kita dan baru kita keluarkan kalau ada polisi cepek diperempatan (pengganti polisi beneren / traffic light) atau pengemis dipinggir jalan. Intinya duit coin receh itu memang tetap duit… tapi duit yang tak pernah kita pandang sebelah mata.
Kita baru sadar dan terbelalak dengan coin receh dan semua ceritanya itu ketika kita mengikuti kasus bu Prita yang begitu membuat hati kita jadi miris dengan ketakadilan… dimana coin receh juga bisa jadi simbol kekuatan rakyat melawan tirani, coin receh menjadi pemersatu ketakberdayaan, coin receh dipakai untuk melawan arogansi yang sangat congkak. Dengan sangat jelas selama ini kita melihat seolah seolah tirani dengan uang yang banyak seolah bisa menjadi Tuhan dan bisa membereskan semua masalah, Naudzubillahimindzalik...! Semoga Alloh selalu melunakan hati kita dan tidak memberikan hati seperti itu pada kita…
Bila suara rakyat adalah suara Tuhan... maka coin receh untuk Prita pun adalah tangan Tuhan yang tak menyukai semua kecongkakan dan ketakadilan itu. Coin receh memang bukanlah suatu hal yang istimewa, tapi dengan coin receh tidak hanya sekedar rasa solidaritas yang dengan mudah dipenuhi semua orang berbagai lapisan masyarakat, tapi menandakan bahwa di negeri yang kita cintai ini... mencari keadilan saja harus dengan mengais coin receh. Dengan coin receh ini tidak hanya sekedar meringankan beban yang dipikul serta ikut merasakan ketakberdayaan sesama manusia, tapi juga merupakan tamparan yang akan mencoreng kecongkakan, suatu tragedi yang seharusnya tak perlu terjadi bila kita lebih arif dan bijaksana menyikapi semua yang terjadi. Seharusnya RS Omni lebih berlapang dada, tak terus saja memaksakan kehendaknya dan merasa diri segalanya bisa dibeli dengan uang, termasuk hati seluruh rakyat Indonesia yang selama ini menyaksikan… karena meski menang dan bisa memenjarakan seorang Prita sekalipun, seluruh rakyat Indonesia juga bisa menjadi saksi seumur hidup, dan yang pasti akan merubah cara pandang rakyat Indonesia kepada RS itu. Bukan tidak mungkin cara pandang mereka pada RS. Omni akan memandang lebih buruk dari yang sekarang.
