Tuesday, November 11, 2008

KRL

K.R.L. (Kereta Rangkaian Listrik)… bagi masyarakat Jabotabek yang dah mengenalnya, denger namanya aja pasti dah males banget deh… apelagi ngebayangin naikinnya… dibenaknya pasti dah melekat banget gambaran penumpang yang melebihi kapasitas, desek-desekan yang melebihi konser rock, belum lagi bau keringat yang bercucuran dari sana-sini ikut basahi baju dan jangan harap keluar dari situ baju bisa rapi atau sepatu yang di rumah dah disemir mengkilat bisa utuh. Belum lagi si tangan jahil yang selalu beraksi berjamaah dan maaf saja, orang yang lengah, dompet atau hp bisa dengan secepat kilat pindah pemilik tanpa harus tawar menawar harga.
Rasanya sangat aneh ketika waktu itu kita baca di koran kalo KRL merugi bahkan sampai nunggak bayar listrik dsb. Padahal kenyataan yang ada setiap harinya terutama jam-jam pulang dan pergi kerja, itu penumpang berjubelnya minta ampun, bahkan masuk aja kita harus ngeluarin tenaga super extra agar bisa masuk kedalem, trus gimana penumpang yang ga kebagian masuk ke dalem…? tak ada cara lain daripada terlambat mereka memilih coba peruntungan dengan naik di atap gerbong… mungkin mereka pikir, di atap gerbong disamping lebih sejuk karena terpaan angin dan pemandangan yang lebih baik, juga ga perlu merasakan sesak nafas, ga perlu nginjek ibu-ibu hamil dsb, sementara kalau di atap gerbong anggap saja itu surfing di pantai Bali atau anggap aja naik BMW Z3 dengan dibuka cupnya, mungkin itulah pikiran meraka, dan itu kalau kita liat nikmatnya, tapi akibatnya…! inilah yang jadi masalah, rasanya sekarang ini dah jadi pemandangan yang sangat… sangat.. biasa, bila liat petugas PJKA bawa galah menggeprak-geprak mayat yang gosong kena setrum di atas gerbong, ngingetin masa kecil ketika layangan nyangkut di pohon dan mengambilnya pake galah… nah… seperti itulah caranya, hanya aja ini bukan layangan yang terbuat dari kertas dan bambu yang diserut, atau jambu air diatas pohon, tapi ini manusia, sekali lagi yang gede ah, INI MANUSIA MAN…!!!, manusia yang kurang beruntung dan terpaksa harus gosong ninggalin nyawanya diatap gerbong. manusia yang mungkin sangat diharapkan kepulangan sama ibu bapaknya.. atau mungkin seorang ayah yang sangat dirindukan anak dan istrinya di rumah.

Bila dah liat yang seperti itu, dalam benak kita hanya bisa beranda-andai… Andai saja orang itu tak konyol dan lebih mengerti bahayanya naik di atap gerbong…. Andai saja petugas KRL itu semakin profesional hingga selalu tepat waktu dan tak terjadi keterlambatan sehingga penumpang tak semakin menumpuk di Stasiun… Andai saja KRL nya semakin bertambah hingga penduduk daerah penyangga Ibu Kota seperti Depok, Bogor dan sekitarnya itu masih bisa terangkut dengan nyaman dan aman… Andai saja para pejabat PJKA dilapangan semakin mengerti pada jam berapa saja penumpang banyak hingga intensitasnya bisa ditingkatkan. Tak hanya Menebarkan kuesioner tentang itu tapi sepertinya tak pernah ada action, paling tidak makin berkurang kejadian yang seperti itu.. dan beribu-ribu andai yang ada di kepala, yang selalu berulang bila liat kejadian yang seperti itu.


Tentu ga semua tentang KRL itu negative… banyak juga positifnya, ya… minimal datang ke kantor lebih banyak tepat waktunya daripada terlambatnya dan kalau kita mau ngitung biaya yang harus dikeluarin dibanding naik bis atau bawa kendaraan sendiri, jelas sangat jauh sekali perbedaanya, coba saja ente bayangin… dengen membeli abudemen yang hanya Rp. 60.000 selama penggunaan sebulan… ente bisa sepuasnya naik KRL, bila perlu dalam sehari bolak-balik Jakarta Bogor sampe mabok sekalipun… tetep aja segitu. Bandingin dengan ente naik bis yang sekali jalan Rp. 8000 x 2 = Rp. 16.000 kalikan misalnya dengan 24 hari kerja saja sudah Rp. 384.000, belum lagi resiko macetnya di Uki ampe kantor, lalu kalo bawa kendaraan sendiri….? Kite tentu harus juga ngitung biaya bensin yang ga murah, kalo mobilnya cuma ngabisin bensin cepek aja sehari, dah 2.4 juta sebulan, belum lagi tarif toll, parkir yang juga mo ikut-iktuan naikin tarif, resiko di jalanpun selalu mengintai, baik itu dari penjahat yang semakin berani atau karena kecerobohan pengemudi lain, nah… disitulah kelebihan KRL… dan mungkin jadi bahan pertimbangan puluhan ribu bahkan mungkin lebih penggemarnya, paling enggak… itulah pertimbangan bagi golongan ekonomi yang masih lemah. Tapi… kalo liat sekarang ini rasanya engga juga sih…! kita liat aja di tiap stasiun baik itu Depok maupun Bogor… sekarang-sekarang ini semakin banyak aja mobil bagus dan terbaru di parkir di situ, bahkan sekelas mobil mewah sudah banyak parkir disitu. Asumsiku meski mungkin ga valid dan bukan berdasarkan penelitian… ini mungkin menandakan banyak juga dari golongan yang ekonominya lebih baik yang jadi penggemar KRL, tidak melulu rakyat miskin yang terpingirkan dan tak berdaya, meski kita sendiri ga tau entah karena alasan BBM yang semakin melambung tinggi hingga tak mampu lagi beli bensin buat ke Jakarta tiap hari atau mungkin juga karena memang mereka dasarnya pelit aja, tapi yang pasti sih makin banyak mobil bagus dan mewah yang nongkrong disitu.

Sebetulnya waktu menjelang pemilu beberapa tahun yang lalu ada sedikit harapan bagi pengguna KRL, ketika ada calon kandidat Presiden yang mau naik KRL, meski kita tau itu hanyalah kampanye tapi dalam benak kita terbersit harapan meski harapan yang sangat-sangat tipis… kita berharap mungkin kalo pejabat itu merasakan sendiri manaiki KRL meski bukan pada jam sibuk sekalipun… paling tidak mungkin suatu hari nanti pelayanan KRL akan semakin meningkat dan lebih baik, tidak melulu cerita berjubelnya penumpang ataupun cerita manusia yang gosong terpanggang sengatan listrik, ya…. paling ga.. dia jadi sedikit tau seperti apa sebenarnya di lapangan, seperti apa nyamannya naik KRL. Sayangnya sudah capek-capek kampanye diatas KRL… dia tak jadi Presiden dan itu juga mungkin hanya slogan kampanye, dimana penumpang KRL bagi politikus hanyalah angka-angka yang akan mempengaruhi perolehan suara, kita sendiri sudah tahu sama tahu kalau kampanye sendiri punya motto yang lebih unik yaitu “hari ini OK... hari ini kami mengenalmu dengan baik... hari ini kami sangat mendengarkanmu... hari ini kami menjanjikanmu... besok dah jadi sih masa bodo..! ” dan itu berlaku hampir untuk semua partai hingga sekarang, tapi ada yang lucu juga ketika kubaca di koran waktu itu keesokan harinya, kalau rombongan kandidat itu ternyata banyak yang hilang hpnya, Well... seperti Guns n Roses nyanyikan “Welcome to the jungle”.

Yah.. begitulah alat trasnportasi yang satu ini… selalu dibenci sekaligus juga dicintai… selalu dicaci-maki tapi tetap aja dinaiki, dan yang pasti sangat dibutuhkan penggemarnya. lalu kapan… yah… kita punya KRL seperti di Negara tetangga kita, KRL yang bukan saja nyaman… tapi juga sekaligus relative lebih aman.